“`html
Pemanasan global mengganggu keseimbangan karbon pohon muda
Pohon muda memainkan peran kunci dalam regenerasi hutan dan pemeliharaan keanekaragaman hayati. Lebih rentan dibandingkan pohon dewasa karena cadangan energi yang terbatas dan kemampuan fotosintesis yang berkurang, mereka mengalami dampak penuh dari pemanasan global. Analisis mendalam terhadap 62 spesies tumbuhan mengungkapkan bahwa peningkatan suhu mengubah secara mendalam keseimbangan karbon mereka, suatu mekanisme esensial bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup mereka.
Paparan suhu yang lebih tinggi menyebabkan aklimatisasi tingkat fotosintesis, tetapi juga merangsang respirasi malam hari dan fotorespirasi. Proses terakhir, yang kurang dikenal, terjadi saat tumbuhan menyerap oksigen alih-alih dioksida karbon selama fotosintesis, yang menyebabkan hilangnya energi dan karbon. Dengan naiknya suhu, reaksi ini semakin intensif, mengurangi efisiensi fotosintesis dan mengganggu neraca karbon bibit muda.
Daun pohon muda juga bereaksi dengan meningkatkan massa per satuan luas, suatu mekanisme pertahanan yang memperkuat ketahanan mereka terhadap serangan eksternal seperti herbivora atau patogen. Namun, adaptasi ini tidak mengimbangi kerugian karbon yang disebabkan oleh peningkatan respirasi dan fotorespirasi. Spesies tropis, yang sudah dekat dengan batas suhu optimalnya, mungkin akan sangat terpengaruh, meskipun hasil penelitian menunjukkan kemampuan aklimatisasi yang mengejutkan pada beberapa di antaranya.
Metode yang digunakan untuk mempelajari efek ini, seperti ruang pertumbuhan atau rumah kaca, juga mempengaruhi respons fisiologis yang diamati. Misalnya, peningkatan rasio antara karbon internal dan atmosferik dalam daun tampaknya lebih menonjol dalam kondisi eksperimental tertentu. Perbedaan metodologis menjelaskan sebagian variabilitas hasil, terutama untuk indikator seperti efisiensi kuantum fotosistem II, suatu ukuran kesehatan sistem fotosintesis.
Gelombang panas dan suhu rekor semakin sering terjadi, mengancam langsung regenerasi hutan. Pohon muda, yang sudah lemah karena ketergantungan pada cadangan metabolik, melihat kemampuan mereka untuk menyimpan karbon menurun, yang membatasi pertumbuhan dan kelangsungan hidup mereka. Hutan tropis, meskipun kurang dipelajari, mungkin menjadi yang paling rentan karena toleransi rendah terhadap variasi suhu.
Analisis ini menyoroti urgensi untuk mendalami penelitian, terutama di wilayah tropis di mana data masih kurang. Memahami mekanisme ini sangat penting untuk mengantisipasi dampak pemanasan global terhadap ekosistem hutan dan menyesuaikan strategi konservasi.
“`
Crédits et attributions
Source principale
DOI : https://doi.org/10.1007/s40626-026-00400-y
Titre : The impacts of warming on leaf carbon balance of young woody plants: implications to forest regeneration—a systematic review and meta-analysis
Revue : Theoretical and Experimental Plant Physiology
Éditeur : Springer Science and Business Media LLC
Auteurs : Carolina Reis de Brito; Junior Pastor Pérez-Molina; Martielly Santana dos Santos; Dulce Mantuano; Marcelo Schramm Mielke